Penetapan dan Ketetapan Pajak

Prinsip self assesment dalam pemenuhan kewajiban perpajakan adalah bahwa WP diwajibkan untuk menghitung, memperhitungkan, membayar sendiri, dan melaporkan pajak yang terhutang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, sehingga penentuan besarnya pajak yang terhutang dipercayakan pada WP sendiri melalui SPT yang disampaikannya.

Penerbitan suatu surat ketetapan pajak hanya terbatas kepada WP tertentu yang disebabkan oleh ketidakbenaran dalam pengisian SPT atau karena ditemukannya data fiskal yang tidak dilaporkan oleh WP.

Fungsi Surat Ketetapan Pajak

Surat ketetapan pajak berfungsi sebagai :

  1. Sarana untuk melakukan koreksi fiskal terhadap WP tertentu yang nyata-nyata atau berdasarkan hasil pemeriksaan tidak memenuhi kewajiban formal dan atau kewajiban materiil dalam memenuhi ketentuan perpajakan.
  2. Sarana untuk mengenakan sanksi administrasi perpajakan.
  3. Sarana administrasi untuk melakukan penagihan pajak.
  4. Sarana untuk mengembalikan kelebihan pajak dalam hal lebih bayar.
  5. Sarana untuk memberitahukan jumlah pajak yang terutang.
Jenis-Jenis Ketetapan Pajak
  1. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
    Adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar.
  2. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT)
    Adalah surat ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan sebelumnya. 
  3. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
    Adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau tidak seharusnya terutang.
  4. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN)
    Adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak.
Surat Tagihan Pajak (STP)
STP diterbitkan dalam hal :
  • Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar;
  • Dari hasil penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran pajak akibat salah tulis dan atau salah hibung;
  • WP dikenakan sanksi administrasi denda atau bunga; 
  • Pengusaha yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang PPN, tetapi tidak melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;
  • Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP tetapi membuat Faktur Pajak, dan
  • PKP tidak membuat Faktur Pajak atau membuat Faktur Pajak tetapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi selengkapnya Faktur Pajak.
Surat Tagihan Pajak mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Surat Ketetapan Pajak, sehingga dalam hal penagihannya dapat dilakukan dengan Surat Paksa.
Mulai 1 Januari 2008, STP juga dapat diterbitkan dalam hal :
  1. PKP melaporkan Faktur Pajak tidak sesuai dengan masa penerbitan Faktur Pajak dikenai sanksi.
  2. PKP yang gagal berproduksi dan telah diberikan pengembalian Pajak Masukan diwajibkan membayar kembali.
Daluwarsa Penetapan Pajak
Daluwarsa penetapan pajak ditentukan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak. Penentuan masa 10 (sepuluh) tahun ini sesuai dengan ketentuan daluwarsa penyimpanan buku-buku, catatan-catatan, dokumen-dokumen yang menjadi dasar pembukuan dan pencatatan WP.

Mulai 1 Januari 2008, daluwarsa penetapan pajak ditentukan menjadi 5 (lima) tahun sejak akhir masa Pajak atau Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak.

2 Balasan ke Penetapan dan Ketetapan Pajak

  1. lia mengatakan:

    Saya ingin bertanya. pada thn pajak 2009, saya ditelpon krn kelebihan bayar.lalu saya memberi dokumen2 kelengkapan untuk diperiksa.setelah diperiksa, di tabungan saya terdapat mutasi kredit melebihi yg saya laporkan. krn uang2 yg di mutasi kredit itu bukanlah pemasukkan, tapi dianggap pemasukkan semua oleh petugas pajak. kemudian, saya tidak menghadiri pembahasan akhir yang demikian menyebabkan saya harus membayar pajak 51jt.
    saya keberatan krn saya tidak merasa memiliki pendapatan sebesar itu.
    bagaimana mungkin mutasi kredit semua dianggap pemasukkan?padahal itu hanya lah transit saja.
    terima kasih..

  2. cakadidi mengatakan:

    jika rekening tersebut adalah rekening perusahaan, maka itu bisa dipastikan sebagai pendapatan. karena setiap ada proyek maka dana akan ditransfer ke rekening perusahaan.
    jika itu rekening pribadi, selama anda tidak bisa membuktikan bahwa itu bukan uang anda, maka itu tetap dianggap sebagai pendapatan anda.
    pembuktian tersebut bisa dengan bukti pengeluaran transfer ke rekening laen sejumlah sama dengan yang anda terima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: