PPh Ps. 21 atas Penghasilan berupa uang tebusan pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan uang pesangon yang dibayarkan sekaligus oleh Dana Pensiun yang telah disahkan Menteri Keuangan

13 Oktober 2008

Contoh :

Eko bulan Maret 2008 menerima tebusan pensiun dari Dana Pensiun “X” sebesar Rp. 75.000.000,-.

Penghitungan PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut :


PPh Ps. 21 atas Pegawai tetap menerima bonus, gratifikasi, tantiem, Tunjangan Hari Raya atau tahun baru, premi dan penghasilan yang sifatnya tidak tetap, diberikan sekali saja atau sekali setahun.

13 Oktober 2008

Contoh :

Ikhsan Alisyahbani adalah pegawai tetap di PT Tiurmas Lampung Indah. Ia memperoleh gaji bulan Desember sebersar Rp. 2.200.000,-, dan menerima THR sebesar Rp. 600.000,- dan membayar iruan pensiun sebesar Rp. 25.000,- sebulan. Ikhsan Alisyahbani menikah tetapi belum mempunyai anak (status K/0). PPh Pasal 21 atas gaji dan THR adalah sebagai berikut :



PPh Ps. 21 atas Penerima pensiun yang dibayarkan secara bulanan

13 Oktober 2008

Contoh :

Teja status kawin dengan 1 anak, pegawai PT. Mulia, pensiun tahun 2005. Tahun 2006 Teja menerima pensiun sebulan Rp. 2.000.000,-.

Penghitungan PPh Ps 21 adalah sebagai berikut :


PPh Ps. 21 atas Penghasilan dari Upah Harian

13 Oktober 2008

Contoh :

Eko pada bulan Agustus 2006 bekerja sebagai buruh harian pada PT Dayat Harini Perkasa. Ia bekerja sehari sebesar Rp. 120.000,-.

Perhitungan PPh Pasal 21 terhutang :

Upah sehari                                                    Rp.   120.000,-
Batas Upah harian yang tidak dipotong PPh     Rp.   110.000,- 
PKP sehari                                                      Rp.     10.000,- 
PPh Pasal 21 Sehari                                   Rp.          500,-


PPh Ps.21 atas Honorarium yang diterima tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas

13 Oktober 2008

Contoh :

Gatot seorang arsitek bulan maret 2006 menerima honorarium Rp. 20.000.000,- dari PT Abang sebagai imbalan atas jasa teknik.

Perhitungan PPh Pasal 21 :

15% x 50% x Rp. 20.000.000,- = Rp. 1.500.000,-


PPh Ps. 21 atas Penerima Hadiah atau Penghargaan sehubungan dengan Perlombaan

13 Oktober 2008

Contoh :

Ali pemain tenis yang tinggal di Jakarta, menjadi juara dalam suatu turnamen dan mendapat hadiah Rp. 30.000.000,-. PPh Pasal 21 yang terutang atas hadiah turnamen adalah :

5% x Rp. 25.000.000,-                          Rp.     1. 250.000,-
10% x Rp. 5.000.000,-                          Rp.         500.000,-
                                                              —————-
                                                              Rp.      1.750.000,-


PPh Ps. 21 atas Komisi yang dibayarkan kepada penjaja barang dagangan atau petugas dinas luar asuransi.

10 Oktober 2008

Contoh :

Tri seorang penjaja barang dagangan hasil produksi PT Jaya, dalam bulan April 2006 menerima komisi sebesar Rp. 750.000,- 

Penghitungan PPh Pasal 21 

5% x Rp. 750.000,-             =  Rp. 37.500,-